PAMEKASAN,RiarNews.com – Fakta mengejutkan kembali terungkap dalam deretan kasus korupsi yang menjerat pejabat publik di Indonesia. Dadan Hindayana, sosok yang sempat mendapatkan pujian tinggi dari Presiden Prabowo Subianto dan dijuluki sebagai seorang “patriot”, kini bernasib sebaliknya. Ia resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan kasus korupsi yang berat.
Penahanan ini semakin melengkapi daftar panjang nama-nama yang tersandung kasus korupsi di tanah air, menyusul nama-nama besar lainnya seperti Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Hal ini ditegaskan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) RIAR JATIM yang menilai bahwa kasus-kasus ini menjadi bukti nyata bertambahnya rekor kelam praktik korupsi yang masih mewabah di tubuh birokrasi negara.
Dulu, nama Dadan Hindayana santer disebut-sebut dan mendapatkan apresiasi langsung dari Prabowo Subianto atas kinerja dan dedikasinya. Sebutan “patriot” yang disematkan kepadanya kala itu menjadi sorotan publik, dianggap sebagai sosok yang berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Namun, realita yang terungkap belakangan ini berbanding terbalik dengan pujian yang pernah dilontarkan tersebut.
Kejaksaan Agung akhirnya mengambil langkah tegas dengan menetapkan status tahanan terhadap Dadan Hindayana setelah ditemukannya bukti yang kuat serta dugaan keterlibatan mendalamnya dalam aliran dana yang merugikan keuangan negara. Langkah ini menutup kisah manis citra dirinya yang dulu dibangun sebagai sosok teladan.
Menurut keterangan LSM RIAR JATIM, penahanan Dadan Hindayana bersamaan dengan terungkapnya kasus yang melibatkan Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, menjadi bukti bahwa praktik korupsi masih menjalar di berbagai lapisan. “Nama Sony Sanjaya, Dadan Hindayana, hingga Lodewyk Pusung kini menjadi catatan baru yang memperpanjang rekor korupsi di Indonesia. Ini menjadi keprihatinan bersama, di mana sosok yang dipuji sebagai patriot ternyata justru terlibat dalam perbuatan yang merugikan rakyat,” ungkap Ketua LSM RIAR JATIM.
Publik pun kini menunggu proses hukum selanjutnya. Kasus ini menjadi pelajaran pahit bahwa citra dan pujian tinggi tidak selalu sejalan dengan integritas, sekaligus menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus tetap berjalan tanpa pandang bulu, siapa pun pelakunya dan seberapa tinggi pujian yang pernah mereka terima.
Sampai berita ini diturunkan, Kejaksaan Agung terus mendalami kasus ini dan memastikan seluruh pihak yang terlibat akan bertanggung jawab di hadapan hukum.
Di tulis oleh: Tim Media LSM RIAR JATIM
Di terbitkan di: Riar News – Website resmi LSM RIAR JATIM
Jumat, 5 Juni 2026
Di Balik Pujian ‘Patriot’ Prabowo: Dadan Hindayana Akhirnya Ditahan Kejagung, Tambah Deretan Rekor Korupsi Nasional
Tidak ada komentar
Tidak ada komentar
