Di Balik Pengabdian: Perjuangan Petugas PKM Tanjung Camplong Melayani Pasien TBC

admin
3 Min Read

SAMPANG,RiarNews.com – Mengabdi di wilayah pedesaan dengan bentang alam dan akses jalan yang beragam bukanlah tugas ringan bagi petugas kesehatan Puskesmas (PKM) Tanjung Kecamatan Camplong Sampang.

Wilayah kerjanya mencakup enam desa, di mana empat di antaranya memiliki medan perjalanan yang agak sulit, dan terletak di pelosok. Kendati demikian, tim tetap sigap menyusuri jalan demi mengunjungi serta memantau pasien Tuberkulosis (TBC) langsung di kediaman warga.


Pemantauan ke rumah pasien menjadi kewajiban agar pengobatan berjalan teratur dan tuntas. Di balik tugas mulia itu tersimpan suka duka yang jarang terekspos ke publik.

Salah satu garda terdepan yang merasakannya adalah Bu Reni Sulistyowati. Ia kerap harus menembus medan berat di keempat desa tersebut—jalan yang rusak, berlumpur saat hujan, berdebu kala kemarau, serta jarak yang jauh dan keterbatasan sarana transportasi. Tak hanya itu, tantangan lain datang dari pemahaman sebagian warga yang masih ragu atau menyembunyikan penyakit karena rasa takut dikucilkan. Bu Reni pun harus ekstra sabar menjelaskan berulang-ulang guna membangun kepercayaan dan ketenangan hati pasien beserta keluarganya.


Selain petugas pelayanan lapangan, dukungan dari bagian administrasi juga berperan penting demi keberhasilan dan kelancaran seluruh kegiatan pelayanan ini. Hal itu pun disampaikan oleh Hapsi, petugas administrasi yang senantiasa membantu dan bekerja di belakang layar agar segala pencatatan, data, dan persiapan berjalan tertib dan lancar.


“Kami berupaya memastikan segala administrasi dan kelengkapan tersusun rapi agar teman-teman yang bertugas di lapangan dapat bekerja lebih fokus tanpa terbebani urusan teknis,” ujar Hapsi.


Meskipun penuh tantangan dan lelahnya perjuangan, segala pengorbanan terbayar lunas saat melihat senyum dan perbaikan kesehatan pasien perlahan membaik. Kehangatan sambutan warga yang mulai paham dan terbuka memberikan kepuasan batin tersendiri bagi seluruh tim.


“Kesulitan jalan itu ada, apalagi di empat desa yang medannya cukup berat. Namun rasa lelah hilang seketika saat melihat pasien sembuh dan disambut baik oleh mereka. Kami satu tim berusaha hadir sepenuhnya di mana pun warga membutuhkan pelayanan,” ungkap Bu Reni S dengan tulus, Selasa (15/9/2026).


Pengabdian yang menyatu antara petugas medis di lapangan dan pendukung administrasi ini menegaskan semangat pantang menyerah PKM Tanjung Camplong dalam menjangkau seluruh wilayah binaan, tak terkecuali tempat paling sulit sekalipun demi memutus rantai penularan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.


LSM RIAR JATIM – Bersuara Untuk Keadilan
Di tulis oleh: Tim Media LSM RIAR JATIM


Di terbitkan di: Riar News – Website Resmi LSM RIAR JATIM
Selasa, 15 September 2026

Share This Article
Tidak ada komentar