PAMEKASAN,RiarNews.com – Naimah (70 tahun), perempuan lanjut usia warga Dusun Karpote, Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, menyaksikan sendiri kenyataan yang menyayat hati. Saat masa pemilu tiba, beliau yang hidup sebatang kara tanpa anak tiba-tiba dicari, disapa, dan diberi perhatian.
Namun kini, kenyataan ini dilihat keadaan sekarang seorang Naimah, setelah tidak dibutuhkan. Semua kehangatan itu hilang seketika. Rumahnya kembali sepi, tak ada lagi yang datang menengok. Timbul pertanyaan yang mendalam: apakah hanya waktu dibutuhkan dia dikasih sesuatu?
Beliau bukan hanya hidup sebatang kara. Naimah juga tuli, sehingga sulit mendengar suara orang di sekitarnya. Di samping itu, kondisi kesehatannya pun memerlukan perhatian dan penanganan khusus yang rutin.
Ketika tim LSM RIAR JATIM datang dan ingin menanyakan sesuatu kepada beliau, Naimah tidak dapat menjawab langsung. Beliau dibantu oleh Pak Samsul, saudaranya, yang menyampaikan apa yang ingin dikatakan Ibu Naimah kepada kami.
Kami sangat kaget melihat kondisi rumahnya yang menyendiri. Beliau tidak memiliki tempat mandi yang layak — hanya ada sebuah gentong, tanpa sekat, tanpa tabir, terbuka begitu saja tanpa perlindungan apa pun. Kehidupannya tetap sulit, jauh dari kecukupan, dan dijalani seorang diri.
Janji-janji yang dulu diucapkan saat memohon suara kini seolah hilang ditelan waktu. Tidak ada yang datang memastikan makanannya tercukupi, tidak ada yang memeriksa kesehatannya, apalagi memperhatikan kondisi ketuliannya.
Melihat kenyataan ini, Ketua Umum LSM RIAR JATIM, Zainudin, menyampaikan keprihatinan yang mendalam:
“Apakah benar demikian? Apakah hanya saat dibutuhkan beliau diberi sesuatu, lalu setelah tidak berguna lagi ditinggalkan begitu saja? Ibu Naimah tuli, beliau butuh perawatan kesehatan, tempat tinggalnya pun belum layak. Justru dalam keadaan seperti inilah beliau paling membutuhkan perhatian, bukan hanya saat ada kepentingan.”
LSM RIAR JATIM menegaskan bahwa kepedulian kepada rakyat, terutama mereka yang lemah, berkebutuhan khusus, dan sebatang kara seperti Naimah, tidak boleh hanya muncul saat pemilu. Pemerintah dan para pemimpin wajib hadir, memperbaiki tempat tinggalnya, memenuhi kebutuhannya, serta memberikan penanganan kesehatan yang layak.
“Jangan menunggu butuh baru datang. Jangan menunggu ada kepentingan baru memberi. Kepedulian harus tulus, setiap saat, tanpa pamrih,” tegas Zainudin.
LSM RIAR JATIM akan terus menyuarakan nasib Naimah dan warga lain yang senasib, agar tidak ada lagi rakyat yang dihargai sesaat lalu dilupakan selamanya.
LSM RIAR JATIM – Bersuara Untuk Keadilan
Di tulis oleh: Tim Media LSM RIAR JATIM
Di Terbitkan di: Riar News – Website Resmi LSM RIAR JATIM
Senin, 21 September 2026

