“Kalau Sudah Duduk Jangan Lupa Berdiri” – Pesan Menyentuh LSM RIAR JATIM untuk Para Pejabat

admin
3 Min Read

PAMEKASAN, RiarNews.com— Di tengah hiruk-pikuk kehidupan berbangsa dan bernegara, seringkali kita menyaksikan hal yang sangat menyedihkan: mereka yang dulu berjanji akan memperjuangkan nasib rakyat, setelah duduk di kursi kekuasaan perlahan melupakan siapa yang mengantarkan mereka ke sana.

LSM RIAR JATIM menyampaikan pesan sederhana namun sangat tajam kepada seluruh pejabat di negeri ini, baik di pusat maupun daerah: “Kalau sudah duduk, jangan lupa cara berdiri.”Kalimat ini bukan sekadar ungkapan biasa. Ia mengandung makna yang sangat dalam: bahwa sebelum menduduki jabatan yang nyaman, sebelum menikmati segala kemudahan dan fasilitas negara, para pejabat itu pernah berdiri bersama rakyat. Pernah merasakan beratnya mencari nafkah, susahnya mengakses pelayanan, dan pedihnya berjuang demi selembar rezeki.”Duduklah untuk beristirahat sejenak, bukan untuk berhenti berjuang,” ujar Zainudin,

Ketua Umum DPP LSM RIAR JATIM. “Duduklah untuk memikirkan nasib rakyat, bukan untuk melupakan mereka yang berada di bawah.”Seringkali, kenyamanan jabatan membuat mata menjadi kabur. Suara rakyat yang dulu didengarkan dengan saksama, kini terdengar samar di balik dinding-dinding gedung mewah. Tangan yang dulu digenggam erat saat masa pencalonan, kini enggan lagi menyapa saat sudah menjabat. Padahal, kekuasaan itu hanyalah titipan. Suatu saat nanti, semua akan kembali ke tempat semula.

LSM RIAR JATIM mengingatkan: tidak ada kursi yang abadi di dunia ini. Semua akan bergilir. Saat tiba waktunya turun, apakah tangan rakyat masih akan menyambut? Atau justru mereka yang paling dulu memalingkan wajah?”Jangan biarkan posisi membuat kita lupa asal-usul,” tegas Zainudin.

“Ingatlah, sebelum kita duduk di sini, kita berdiri bersama mereka. Dan suatu saat nanti, kita akan kembali berdiri di samping mereka.”Pesan ini ditujukan bukan untuk menakuti, melainkan untuk mengingatkan. Bahwa jabatan bukan hak milik pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Bahwa rakyat adalah pemilik sejati negeri ini. Tanpa mereka, tidak ada kekuasaan yang berdiri tegak.Semoga kalimat sederhana ini tertanam di hati setiap pejabat: ketika duduk, ingatlah untuk tetap bisa berdiri di saat yang sama, bersama rakyat yang telah memberi kekuasaan itu.Karena yang paling mulia bukanlah seberapa lama kita duduk di kursi empuk, melainkan seberapa baik kita memperlakukan mereka yang menjaga kita tetap tegak.(Tim Redaksi RIAR JATIM)

Share This Article
Tidak ada komentar